1. Kuputar tubuhnya menghadap belakang. Lalu kutusuk lubang kecil nan sempit itu, tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat… ”Lagi mau nge-charge HP, eh, ada sms.”
2. Rena mengambil tisu, lalu mengelap lendir bening pacarnya itu. “Gara–gara kamu, sampe keluar gini,” kata sang pacar. “Maaf say, kamu jadi ketularan flu,” ujar Rena.
3. Benda bulat itu dipegang tante Intan, digerakkan naik-turun dengan penuh semangat, otot-ototnya pun menjadi tegang. “Ugh, capeknya angkat barbel.”
4. Cewek : “Uuh… Mas, kamu kok lama banget sih keluarnya? Aku pegel nih… cape.”
Cowok : “Maaf say, tadi dosennya ngasih tugas dulu. Udah lama di sini?”
5. Para tante mengerubungiku, seraya memaksaku mengocoknya lebih cepat, akhirnya keluar juga benda putih itu. “Arisan kali ini yang dapet tante Marni.”
6. Jariku masuk ke dalam lubang yang sempit itu. Kugesek-gesek lalu tiba-tiba jariku terasa basah oleh lendir yang bening. “Gini nih kalo ngupil pas lagi pilek… huh.”
7. Gadis muda itu berjongkok di depanku tanpa mengenakan celana dalam, ia pun menatapku dan berkata, “ Ayah… pipisnya udah.”
8. Setelah lama tawar menawar, harga disepakati. Mawar pun berkata, “Mau pake kondom ga??” Gue, “Boleh, biar ga lecet kan casingnya?”
9. “Beb, rada cepet dong genjotannya, udah mau nyampe nih…” ujar Rani. “Huff… iya beb, aku udah sekuat tenaga genjotnya nih.” Jawab Tomi sambil ngos-ngosan. “Awas ada anak kecil nyebrang!” pekik Rani panik.
10. Mulut Rani kempot saking nafsu mengenyotnya, dan benar saja, tak lama kemudian cairan kental dan manis itu tumpah dalam mulutnya. “Oh, enaknya permen blaster.”
WORO-WORO!!!!
untuk cerita yang benar-benar lucu, pasti ditampilkan di blog ini, plus nama dan e-mail pengirimnya!!!!!
WARNING!!!!!
Archives
-
▼
2011
(13)
-
▼
April
(13)
- BARU PUNYA HP
- CERITA LUCU | WTS MUPENG
- PARA SUPER HERO ADU SAKTI LOLOS DARI PENJARA
- LARI TELANJANG
- UDIN SI PEMBERANI
- YANG UDAH NGERES DULUAN DILARNG BACA!!!
- PUNYA DEPARTEMEN WALAUPUN GAK PUNYA LAUTNYA
- KELINCI YANG KURANG AJAR
- ABU NAWAS vs JURAGAN MONYET
- CERITA ABU NAWAS | ABU NAWAS MINUM RACUN
- PANTESAN BENTUKNYA KAYAK GITU
- PARA SUPER HEROMALAS BERTUGAS DI INDONESIA
- CERITA KOCAK | LAMPU UNTUK DIJILAT
-
▼
April
(13)
YANG UDAH NGERES DULUAN DILARNG BACA!!!
Senin, 11 April 2011Diposting oleh satrio item di Senin, April 11, 2011 8 komentar
Label: humor 17+
PUNYA DEPARTEMEN WALAUPUN GAK PUNYA LAUTNYA
Minggu, 10 April 2011Beberapa waktu yang lalu beberapa anggota delegasi dari Swiss mengunjungi Indonesia untuk studi banding dan belajar untuk membuat sebuah Kementerian Kelautan di Swiss.
Ketika mereka mengutarakan hal itu, beberapa pejabat menertawakan hal itu, karena Swiss tidak memiliki laut.
Delegasi Swiss pun menjawab, "Kami kan belajar dari Indonesia. Buktinya kalian juga memiliki Departemen Hukum dan Departemen Keuangan..."
Diposting oleh satrio item di Minggu, April 10, 2011 6 komentar
Label: humor indonesia
KELINCI YANG KURANG AJAR
Suatu ketika, ada sebuah sungai yang lebar. Di satu sisi sungai tinggal kelinci, dan di sisi lainnya hidup seekor beruang.
Suatu hari, beruang itu duduk di atas tunggul, menikmati makan buah. Lalu ia mendengar ada yang berteriak padanya, yaitu kelinci.
"Hei! Hei, Teddy, menyeberanglah ke sini. Aku punya sesuatu yang mau kutunjukkan padamu!"
"Jangan sekarang! Aku sedang makan."
"Oh, ayolah!" kata kelinci. "Ini benar-benar penting."
"Tidak mungkin."
"Ayolah. Ini mendesak."
Jadi beruang memutuskan untuk pergi menyeberangi sungai yang lebar itu. Dia memerlukan waktu berjam-jam untuk bisa menyeberangi sungai itu. Dia hampir tenggelam. Dan ketika ia akhirnya sampai di seberang dia mengerang dan terengah-engah, dan berbicara kepada kelinci,
"Nah, kelinci," dia terengah. "Apa yang ingin kamu beritahukan kepadaku?"
"Hei, Teddy," kelinci itu berkata, "lihatlah betapa banyaknya buah yang di seberang sungai."
Diposting oleh satrio item di Minggu, April 10, 2011 8 komentar
Label: humor indonesia
ABU NAWAS vs JURAGAN MONYET
Jumat, 08 April 2011Abu Nawas sedang berjalan-jalan santai. Ada kerumunan masa. abu nawas bertanya kepada seorang kawan yang kebetulan berjumpa di tengah jalan.
“Ada kerumunan apa di sana?” tanya abu nawas.
“Pertunjukkan keliling yang melibatkan monyet ajaib.”
“Apa maksudmu dengan monyet ajaib?” kata abu nawas ingin tahu.
“Monyet yang bisa mengerti bahasa manusia, dan yang lebih menakjubkan adalah monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja.” kata kawan abu nawas menambahkan.
Abu Nawas makin tertarik. la tidak tahan untuk menyaksikan kecerdikan dan keajaiban binatang raksasa itu.
Kini abu nawas sudah berada di tengah kerumunan para penonton. Karena begitu banyak penonton yang menyaksikan pertunjukkan itu, sang pemilik monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat monyet itu mengangguk-angguk.
Tidak heran bila banyak diantara para penonton mencoba maju satu persatu. Mereka berupaya dengan beragam cara untuk membuat monyet itu mengangguk-angguk, tetapi sia-sia. Monyet itu tetap menggeleng-gelengkan kepala.
Melihat kegigihan monyet itu abu nawas semakin penasaran. Hingga ia maju untuk mencoba. Setelah berhadapan dengan binatang itu abu nawas bertanya, “Tahukah engkau siapa aku?” Monyet itu menggeleng.
“Apakah engkau tidak takut kepadaku?” tanya abu nawas lagi. Namun monyet itu tetap menggeleng.
“Apakah engkau takut kepada tuanmu?” tanya abu nawas memancing. Monyet itu mulai ragu.
“Bila engkau tetap diam maka akan aku laporkan kepada tuanmu.” lanjut abu nawas mulai mengancam. Akhirnya monyet itu terpaksa mengangguk-angguk.
Atas keberhasilan abu nawas membuat monyet itu mengangguk-angguk maka ia mendapat hadiah berupa uang yang banyak. Bukan main marah pemilik monyet itu hingga ia memukuli binatang yang malang itu. Pemilik monyet itu malu bukan kepalang. Hari berikutnya ia ingin menebus kekalahannya. Kali ini ia melatih monyetnya mengangguk-angguk.
Bahkan ia mengancam akan menghukum berat monyetnya bila sampai bisa dipancing penonton mengangguk-angguk terutama oleh Abu Nawas. Tak peduli apapun pertanyaan yang diajukan.
Saat-saat yang dinantikan tiba. Kini para penonton yang ingin mencoba, harus sanggup membuat monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Maka seperti hari sebelumnya, banyak para penonton tidak sanggup memaksa monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Setelah tidak ada lagi yang ingin mencobanya,
abu nawas maju. la mengulang pertanyaan yang sama.
“Tahukah engkau siapa daku?” Monyet itu mengangguk.
“Apakah engkau tidak takut kepadaku?” Monyet itu tetap mengangguk.
“Apakah engkau tidak takut kepada tuanmu?” pancing abu nawas. Monyet itu tetap mengangguk karena binatang itu lebih takut terhadap ancaman tuannya daripada abu nawas.
Akhirnya abu nawas mengeluarkan bungkusan kecil berisi balsam panas. “Tahukah engkau apa guna balsam ini?” Monyet itu tetap mengangguk.
“Baiklah, bolehkah kugosokselangkangmu dengan balsam?” Monyet itu mengangguk.
Lalu abu nawas menggosok selangkang binatang itu. Tentu saja monyet itu merasa agak kepanasan dan mulai-panik.
Kemudian abu nawas mengeluarkan bungkusan yang cukup besar. Bungkusan itu juga berisi balsam.
“Maukah engkau bila balsam ini kuhabiskan untuk menggosok selangkangmu?”
Abu Nawas mulai mengancam. Monyet itu mulai ketakutan. Dan rupanya ia lupa ancaman tuannya sehingga ia terpaksa menggeleng-gelengkan kepala sambil mundur beberapa langkah.
Abu Nawas dengan kecerdikan dan akalnya yang licin mampu memenangkan sayembara meruntuhkan kegigihan monyet yang dianggap cerdik.
Ah, jangankan seekor monyet, manusia paling pandai saja bisa dikecoh abu nawas!
Diposting oleh satrio item di Jumat, April 08, 2011 4 komentar
Label: humor abu nawas
CERITA ABU NAWAS | ABU NAWAS MINUM RACUN
Dahulu kala, Abu Nawas pernah bekerja di sebuah perusahaan jasa jahit pakaian. Suatu hari majikannya datang membawa satu kendi madu dan karena kuatir madu itu diminum Abu Nawas, maka majikannya berbohong dengan berkata, “Abu, kendi ini berisi racun dan aku tidak mau kamu mati karena meminumnya!!!”
Sang majikan pun pergi keluar, pada saat itu Abu Nawas menjual sepotong pakaian, kemudian menggunakan uangnya untuk membeli roti dan menghabiskan madu itu dengan rotinya.
Majikannya pun datang dan sadar bahwa pakaian yang dijualnya ternyata kurang satu sedangkan madu dalam kendi juga telah habis. Bertanyalah dia pada Abu Nawas, “Abu!!! Apa sebenarnya yang telah terjadi..?”.
Abu Nawas menjawab, “Maaf tuan, tadi ada seorang pencuri yang mencuri pakaian tuan, lalu karena aku takut akan dimarahi tuan, jadi aku putuskan untuk bunuh diri saja menggunakan racun dalam kendi itu…”.
Diposting oleh satrio item di Jumat, April 08, 2011 5 komentar
Label: humor abu nawas